wajah web201903

 

TATA IBADAH ONLINE

06:30 09:00 17:30

 

 Silahkan tab menuju HKBP Yogyakarta

 

Wednesday, December 04, 2019 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 11

HKBP Yogyakarta Online
Renungan Minggu Adven I, 01 Desember 2019

Persiapkanlah Jalan untuk TUHAN!
(Yesaya 40:1-8)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Kini kita sedang memasuki rangkaian Minggu-minggu Adven untuk menandai Awal Tahun Liturgi Gerejawi. Dengan ini disamapaikan ucapan: Salam Adven untuk pembaca yang baik hati. Istilah Latin ‘adventus’ artinya ‘kedatangan’ atau ‘ketibaan’; (Batak: ‘haroro’; Yunani: ‘parousia’) – dikaitkan menyebut Minggu Adven yang mengajak umat supaya bertobat dan mempersiapkan hati menyongsong kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Friday, November 22, 2019 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 45

HKBP Yogyakarta Online,
Suatu Renungan Khusus
Akhir Tahun Liturgi Gerejawi, 24 Nopember 2019

Memento Mori! Ingatlah akan Hari Kematianmu!

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Waktu ‘terbang begitu cepat’ (time flies); dan nyaris tak terasa, kita telah tiba di penghujung Akhir Tahun Liturgi Gerejawi 2019. Dan kemudian (akan) memasuki perayaan Awal Tahun Liturgi Gerejawi yaitu Minggu-minggu Adven. ‘Semuanya mengalir, dan tidak ada yang tinggal tetap’ (everything flows and nothing stands still); ta panta rhei, kai ouden menei, begitu kata filsuf Heraklitus dari Yunani. Alkitab menegaskan, tidak ada yang kekal, kecuali Firman Allah (Yes. 40:7-8). Semua kerajaan dunia (Civitas Terrena) akan lenyap, tetapi Kerajaan Allah (Civitas Dei) dalam nama Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah kekal (Daniel 7:1-27; Why. 1:8).

Saturday, November 16, 2019 Sihite AAZ Renungan KhotbahMinggu 71

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XXII Trinitatis, 17 November 2019

Ayo Semakin Peduli!
(Filipi 4:10-20)

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Nas khotbah minggu ini diacu dari Surat Filipi yang kadang-kala disebut sebagai Surat Suka-cita karena dalam surat yang terdiri dari 4 pasal ini ditemukan istilah ‘suka-cita’ sebanyak 13 kali dan menjadi salah satu kata kunci. Pada hal rasul Paulus menulis surat ini ketika ia di penjara dan dipenjarakan karena Injil Kristus. Karena itulah ajakan untuk bersuka-cita di dalam TUHAN menjadi menarik untuk kita camkan bahkan juga supaya bersuka-cita menyongsong kedatangan TUHAN yang mendekat (Flp. 4:4-5).