Sembahlah TUHAN Dalam Roh dan Kebenaran

 

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XVIII - Trinitatis, 20 Oktober 2019

Sembahlah TUHAN Dalam Roh dan Kebenaran
 (Yohanes 4:21-26)

     Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Menurut jadwal kenegaraan bahwa pada hari Minggu sore, tanggal 20 Oktober 2019, telah ditetapkan sebagai hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yaitu Bapak H. Ir. Joko Widodo dan Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, untuk masa bakti tahun 2019-2024 berdasarkan hasil resmi pemilihan umum tanggal 17 April 2019. Acara pelantikan tersebut digelar di gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Pada periode sebelumnya, telah beberapa kali dilaksanakan bahwa tanggal 20 Oktober ditetapkan sebagai tanggal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih dengan mengingat dan/atau mengaitkannya pada nilai dan pesan khusus. Kenapa pelantikan pada Minggu sore hari tanggal 20 Oktober 2019? Antara lain, karena (mungkin) menghormati umat yang beribadah di hari Minggu dan pertimbangan suasana kegiatan hari libur dengan kegiatan sport/car free pagi hari di Jakarta. Berkait dengan pelantikan tersebut, maka kita turut mengucapkan: S’lamat atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia , H. Ir. Joko Widodo dan Prof. Dr. K.H. Ma’ruf, masa bakti 2019-2024. Kemudian kita berharap melalui kepemimpinan Presiden Jokowi, kiranya TUHAN semakin memberkati dan melindungi masyarakat dan bangsa Indonesia secara baru yang semakin adil, adab, damai, dan sejahtera.
     Saudara-saudari, ‘pembaruan’ atau ‘ke-baru-an’adalah sebentuk tema yang diusung pada bagian-bagian awal dalam Injil Yohanes pasal 2-4. Di antaranya adalah: (a) Kisah mengenai ‘anggur mesianis’ – ketika Yesus mengadakan suatu tanda di kota Kana yaitu air menjadi anggur yang rasanya gurih dan melimpah (Yoh. 2:1-11); (b) Pemahaman dan penghayatan mengenai ‘Bait Allah yang dibarui’ (Yoh. 2:13-22); (c) Pemahaman dan penghayatan mengenai ‘lahir kembali dari air dan Roh’ dalam rangka memasuki Kerajaan Allah (Yoh 3:1-21); (d) Anugerah Allah secara baru yang dikaitkan di dalam Yesus Kristus sebagai ‘sumber air yang menghidupkan’, yang memancar sampai hidup kekal; dan (e) Cara baru menyembah Allah Bapa dalam Roh dan kebenaran.
     Secara khusus, melalui dialog antara Yesus dengan perempuan Samaria dalam Yohanes pasal 4 ini, khususnsya yang berkait dengan penyembahan sejati, Yesus mengajarkan secara baru bahwa penyembah-penyembah yang benar akan menyembah Allah Bapa dalam Roh dan kebenaran. Oleh karena itu, maka sembah sujud tidak akan pernah lagi terikat pada tempat tertentu yang tadinya dianggap lebih sakral, bahkan juga tidak lagi dibatasi oleh waktu atau musim tertentu (Yoh. 4:20-24). Sebab Yesus telah bersabda: “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran." (Yoh. 4:23-24). Alkitab juga menegaskan bahwa sembah sujud kepada Allah merupakan suatu kewajiban manusia (Mat. 4:10; Luk 4:8; Ul. 6:13); dan bahwa hanya Allah saja yang harus disembah dan ditaati secara mutlak (Kis 10:25-26; Wyh 19:10; 22:8-9; 1 Kor 14:25; Why. 14:7).
     Karena itu, marilah kita: (a) Bersembah sujud kepada Allah Bapa dalam Roh dan kebenaran seturut pesan Yesus Kristus sebagai pusat dan penyelenggara ibadah sejati (Kristosentrisme); (b) Menghindari bahkan menolak segala bentuk dan isi penyembahan (ibadah) menurut selera kedagingan atau selera zaman yang cenderung berpusat pada rasa dan diri manusia (antroposentrisme) dan kepalsuan (hoax); (c) Mencegah dan menolak segala bentuk dan isi penyembahan yang memper-ilah mammon atau keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala modern (Kol. 34:5). S’lamat beribadah dalam Roh dan kebenaran. *AAZS*

wajah web201903

Login Form