Anda Mau Bahagia? ‘Takutlah akan TUHAN’!

         

Nas renungan yang diacu dari Kitab Mazmur pasal 112 ini berkait dengan suatu resep bahagia untuk orang beriman dengan meletakkan sikap ‘takut akan TUHAN’ dan ‘menyukai Firman-Nya’ sebagai yang lebih tinggi, mulia, dan super premium. Dalam kaitan ini, kita catat sbb:

  1. Pemazmur memastikan: “... berbahagialahsegala perintah-Nya (Mzm 112:1). Marilah kita perhatikan dengan saksama ungkapan: ‘takut akan TUHAN’ dan ‘suka pada perintah-Nya’. Kebahagiaan dihubungkan langsung dengan sikap takut akan TUHAN dengan menyukai perintah-Nya. Alkitab menegaskan bahwa landasan hikmat dan pengetahuan dihubungkan langsung dengan sebentuk sikap ‘takut akan TUHAN’ (Amsal 1:7; 9:10). Nas tersebut juga hendak menjanjikan sebentuk kehidupan yang berbahagia kepada orang yang dekat dan bersahabat dengan TUHAN melalui sebentuk ketaatan yang ikhlas pada kehendak TUHAN yang dapat dilacak melalui Firman-Nya.
  2. Takut akan TUHAN artinya adalah: (a) Takut melakukan yang jahat, tetapi berani melakukan yang benar, baik, dan adil seturut pesan Firman TUHAN; (b) Membenci dan menjauhi kejahatan, kesombongan, kecongkakan, dan mulut yang sarat tipu muslihat (Amsal 8:13). Dan sesungguhnya, takut akan TUHAN, itulah hikmat; dan menjauhi kejahatan, itulah akal budi (Ayub 28:28), begitu kata Kitab Suci.
  3. Menegaskan bahwa yang paling penting dalam kehidupan orang yang takut akan TUHAN yaitu dengan mendahulukan atau menomor-satukan kehendak TUHAN serta menyukai perintah atau pengajaran seturut Firman-Nya. Pada bagian awal kitabnya, pemazmur menekankan: “... berbahagialah orang yang - tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang - kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (Mzm 1:1-2). Kitab Injil mengungkap bahwa Yesus mengajar para murid-Nya berdoa supaya mendahulukan kehendak Allah Bapa sorgawi supaya terjadi di bumi (Mat 6:10).
  4. Daya tahan orang yang takut akan TUHAN akan terbukti kemudian dalam proses kehidupannya (dalam keluarga dan masyarakat); dan karena itu jadinya ia dibenarkan di hadapan TUHAN. Hal itu terjadi karena kedekatan dan persahabatannya dengan TUHAN. Kata “... selamanya” muncul tiga kali (Mzm 112:3,6,9) yang hendak menunjuk betapa berakar dan kuatnya orang yang dekat dengan TUHAN. Sementara orang fasik (orang jahat) melihat proses itu menjadi sakit hati, menggertakkan giginya, lalu hancur, dan akan binasa (Mzm 112:10).

Saudara-saudari, apakah Anda mau bahagia dalam dunia masa kini yang menggoda dan mencobai kita supaya ‘lupa bahagia’? Jawabannya, takutlah akan TUHAN! Caranya adalah cintai dan bersahabatlah dengan Sabda TUHAN; takutlah melakukan yang jahat, tetapi berani melakukan yang benar, baik, dan adil seturut pesan Firman TUHAN; kemudian benci dan jauhi kejahatan, kesombongan, kecongkakan, dan jangan tebar muslihat (hoax). TUHAN jaminan kebahagiaanmu. Salam. *AAZS*

wajah web201903

Login Form